Tentang

dari pelatihan keayahan

Kami mengikuti pelatihan Penggerak Peran Ayah, 24-25 Januari 2026.

Awalnya kami cuma sekumpulan ayah yang datang untuk belajar. Pada 24–25 Januari 2026, kami dipertemukan dalam Pelatihan Penggerak Peran Ayah di Eco Village, Tangkiling, Palangka Raya. Dua hari yang kemudian jadi titik awal perjalanan baru bagi kami.

Bersama Pak Rizqi Tajuddin (Founder Sekolah Sahabat Alam & Ketua Lingkar Ayah Indonesia), kami belajar tentang makna peran keayahan. Tentang pentingnya kehadiran ayah, keterlibatan dalam pengasuhan, dan bagaimana menjadi ayah bukan soal sempurna, tapi soal terus belajar dan hadir untuk keluarga.

Di sisi lain, bersama Pak Aditya Abdurrahman (Founder Better Youth), kami diajak melihat pentingnya bergerak dalam komunitas. Bahwa perubahan seringkali tumbuh dari kebersamaan, dari orang-orang yang saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bareng membawa nilai yang sama.

dok_pelatihan_keayahan1
previous arrow
next arrow
Shadow

Dari ilmu dan pengalaman itulah muncul satu kesadaran: perjalanan jadi ayah akan terasa lebih ringan kalau dijalani bersama. Sepulang dari pelatihan, kami nggak ingin semangat itu berhenti. Kami ingin tetap terhubung, tetap belajar, dan saling menguatkan.

Dan dari langkah kecil itulah, komunitas ini mulai lahir dan bertumbuh, sebagai ruang belajar, ruang cerita, dan ruang pulang bagi para ayah yang sedang menjalani perjalanan yang sama.

Tentang Pelatihan

Pelatihan Penggerak Peran Ayah dilaksanakan selama dua hari di Eco Village, Tangkiling, Palangka Raya. Kegiatan ini jadi ruang belajar sekaligus ruang refleksi bagi para ayah untuk memahami kembali pentingnya kehadiran dan keterlibatan ayah dalam keluarga dan pengasuhan anak.

Hari pertama fokus pada kesadaran dan fondasi peran ayah, mulai dari memahami dampak kehadiran ayah bagi tumbuh kembang anak bersama Pak Rizqi Tajuddin, hingga pembahasan tentang pentingnya komunitas sebagai ruang bertumbuh bersama yang dibawakan oleh Pak Aditya Abdurrahman. Peserta juga diajak refleksi diri dan memahami peran ayah secara lebih utuh. Rundown Pelatihan Keayahan

Di hari kedua, pembahasan berlanjut pada praktik nyata keterlibatan ayah di keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar, serta menyusun rencana tindak lanjut setelah pelatihan. Dari proses inilah lahir semangat untuk terus berjalan bersama dan menghadirkan ruang komunitas bagi para ayah yang ingin terus belajar.

Mungkin kita datang dengan cerita yang berbeda, tapi punya tujuan yang sama: jadi ayah yang lebih hadir untuk keluarga

yuk gabung